21 September 2010

Cerita Nona dan Kunang-Kunang

Semua itu dikatakan dengan sempurna
“Aku jatuh cinta.”
“Aku mencintaimu.”

Disanalah dia berdiri dengan kokoh, misterius, sangat nyata, tersenyum, penuh resiko, berbahaya, tidak tersentuh. Bagaimana menentang itu semua? Esensi yang pahit muncul dan melilit di dalam dada. Partikel terkecil antusiasme datang menemani buah terlarang.
Tempat ini dipenuhi kebekuan dan kesunyian menunggu seseorang dengan khidmat.

Hey Nona! Seperti yang Sartre tulis: “ Tidak ada yang telah diputuskan, tidak akan ada yang diputuskan.”

Nona harus menyingkir, berlari, menghilang, membenamkan diri dalam cahaya kunang-kunang dan kebisingan petir.

Lihatlah Nona.. Kunang-kunang tersenyum padamu
Dengarlah Nona.. Kunang-kunang berbicara padamu
Percayalah Nona.. Kunang-kunang akan membantumu

Nyatanya, diriku yang tak berwujud ini terpesona, tidak ada yang tersisa selain ketakjuban atas ketidakpastian.
Menghela napas, selalu terjaga menantikan cerita Nona.

No comments:

Post a Comment