05 August 2011

Si Aneh

Insomnia adalah inspirasi terbesar.
Ketika manusia” menikmati tidurnya, pikiran saya malah melang-lang buana entah kemana. Sebuah deduksi yang destruktif sering terlintas dibenak saya. Kadang” hal tersebut malah membuat saya takut pada diri saya sendiri. Hal kecil yang terjadi disekitar akan ada di memori saya, dan dapat menjadi rangkaian drama yang berlebihan. Euphoria terhadap kompleksitas bisa menjadi ekstasi pribadi dan menghasilkan orgasme pada benak saya. Ada sesuatu yang salah pada diri saya. Tampaknya bukan sesuatu, lebih kepada: ada banyak yang salah pada diri saya. Tapi saya menganggap diri saya normal. Sedangkan saya sendiri tidak tau apa itu “normal”.
Setelah beberapa waktu, saya menyadari bahwa saya memang tidak mau menjadi normal. Normal itu membosankan. Kebanyakan orang normal tidak menyenangkan. Menjadi normal itu tidak tau caranya bersenang-senang. Sedangkan saya memiliki berjuta-juta jurus untuk bersenang-senang. Dari situ munculah kata yang menyatakan saya “aneh!” Mungkin memang aneh, karena saya menganggap itu sebagai pujian. Berarti saya berhasil untuk tidak menjadi normal. Hal yang kadang membuat saya tertawa adalah: sudah tau saya aneh, tapi mereka masih saja bercakap-cakap dengan saya yang aneh ini. Jadi sebenarnya siapa yang aneh?

21 September 2010

Trivia the Band

denim

#melembaga

Bring It On

Sunset Kiss



Percakapan Dengan Maut

"Kamu takut mati nggak?"

"Aku nggak takut mati"

"Kenapa kamu nggak takut sama aku?"

"Untuk apa takut sama kamu?
Memangnya kamu siapa?"

"Aku adalah malaikat pencabut nyawa"

"Memangnya ada malaikat semacam itu?"

"Iya, saya adalah malaikat itu!"

"Katanya hanya Tuhan yang bisa mencabut nyawa, bukan malaikat."

"Saya adalah malaikat yang diutus oleh Tuhan"

"Dan saya adalah nabi yang diberi ilham oleh Tuhan. Memangnya saya percaya sama kamu?"

"Saya diutus untuk mencabut nyawamu"
….
"Saya tidak percaya sama kamu!"

"Saya tetap akan mencabut nyawamu"

"Kalau begitu
saya tidak akan mengijinkan kamu untuk mencabut nyawaku!"

"Kenapa?"

"Karena saya belum mau mati"

"Katanya kau tidak takut mati"

"Memang tidak"

"Berarti saya akan mencabut nyawamu"

"Tapi kamu tidak bisa mencabut nyawaku"

"Ya, saya bisa"

"Tidak bisa!"

"Saya bekerja untuk Tuhan, saya bisa mencabut nyawamu"

"Tidak bisa! Tidak sekarang! Hidup saya belum ada artinya, jadi kamu tidak boleh mencabut nyawaku sekarang."

-cheryl, 210908 @ Bandung-

pantesan gue gendut!

Aku ingin berlari
Tapi aku tidak ingin berlari
Lari itu melelahkan

Kamu suka lari?
Aku ngga suka lari
Lari itu melelahkan

Kamu mau nemenin aku?
Aku ngga mau lari sendirian
Lari itu melelahkan

Aku ngga mau lari
Kamu mau lari untuk aku?
Lari itu melelahkan

Aku ngga mau lari
Tapi aku mau lari
Lari itu memang melelahkan

Aku ngga mau lari lagi
Lari itu melelahkan
Aku mau jalan aja